"Kemenangan itu sesungguhnya akan datang bersama dengan kesabaran, Jalan keluar datang bersama dengan kesulitan.Dan dalam setiap kesuitan itu pasti ada kemudahan, AMIEN " Kumpulan Coretan Qu

Tampilkan postingan dengan label ROMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ROMAN. Tampilkan semua postingan

Selingkuh dan Mitosnya

Enak-enak browsing Coretan Qu temukan artikel ini wah lumayan nich.... langsung copy aja ke blog, ni dia artikelnya:


Selingkuh merupakan sering dikhawatirkan perempuan ketika membina hubungan. Berikut beberapa mitos yang sering dipercaya perempuan tentang perselingkuhan.

Bicara tentang cinta pastinya juga tak lepas dari tema tentang selingkuh. Apalagi belakangan ini bicara tentang selingkuh sudah menjadi topik sehari-hari yang menjadi tema film atau mengisi berita infotainment.

Ada tiga hal yang menjadi anggapan umum tentang perselingkuhan. Namun belum tentu tiga mitos umum tentang perselingkuhan ini benar faktanya:


Pasangan Anda Selingkuh Karena Tidak Puas di Rumah

Bagi beberapa orang, mungkin memang benar itu alasannya. Tapi, bukan berarti pria yang bahagia di rumah bahkan tanpa masalah bisa terhindar dari godaan selingkuh. Secara natural, pria memang mudah tergoda jika ada sedikit kesempatan untuk bersenang-senang. Jadi bukan berarti kehidupan pernikahan yang bahagia dan kehidupan seks yang baik bisa mencegah pria dari perselingkuhan. Adrenaline rush saat flirting dengan perempuan lain seringkali menjadi godaan pria untuk melakukan perselingkuhan.

Untuk menghindarinya, perhatikan lingkungan pergaulan suami Anda. Kenali teman-temannya tanpa harus mencampuri urusan pertemanannya terlalu dalam. Dalam banyak kesempatan teman-teman suami Anda yang bisa menjadi pendorong atau penjaga suami Anda dari kemungkinan selingkuh.


Wanita Tidak Berselingkuh Sebanyak Pria

Tidak ada yang bisa membenarkan pernyataan ini. Mungkin pernyataan ini berlaku pada masa lampau, tapi belakangan ini skor perselingkuhan antara pria dan wanita bisa dibilang imbang. Umumnya wanita berselingkuh karena merasa tidak dihargai dan dimengerti. Perempuan umumnya tergoda oleh pria yang dianggap bisa mengertinya dan memperlakukannya istimewa. Jika umumnya pria tergoda berselingkuh karena godaan seksual, wanita terpicu mengkhianati kesetiannya karena kebutuhan.


Selingkuh Hanya Masalah Seks Semata

Selingkuh bukan hanya diperhitungkan ketika Anda berhubungan seks dengan orang selain pasangan Anda. Mempunyai hubungan emosional yang kuat dengan lawan jenis selain pasangan juga bisa dianggap sebagai aksi perselingkuhan. Hubungan emosional ini malah yang lebih berbahaya menggoyang pernikahan. Hubungan yang diawali dengan saling curhat dan pergi berdua ini biasanya justru lebih serius dan bertahan lebih lama ketimbang perselingkuhan yang hanya didasarkan ketertarikan seks semata.

Sumber: Detik.com

Klik disini untuk melanjutkan »»

Cukupkah hanya dengan cinta...?

Pacaran bertahun-tahun tidak akan menjamin bahwa dia adalah pria yang tepat untuk Anda. Ada pasangan yang hanya butuh waktu 6 bulan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, tetapi ada juga yang perlu waktu bertahun-tahun sampai ke pernikahan. Itu pun ada juga yang akhirnya bubaran. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa ia memang pria yang tepat?

(oke mari kita simak bersama-sama penelusuran dari Kompas)

1. Teman-teman setuju
Bukan hanya Anda yang yakin bahwa dia orang yang tepat, tetapi juga teman-teman Anda. Namun, kalau hanya Anda yang merasakan hal itu, dan teman-teman Anda tidak setuju, berarti ada yang salah. Terkadang cinta bisa membutakan logika dan perasaan Anda; orang-orang di sekitar Andalah yang bisa berpikiran normal.

2. Kumpul dengan keluarga
Perkenalkan pasangan dengan keluarga Anda dan lihat apakah ia bisa dengan mudah bergabung dengan orangtua dan saudara-saudara Anda. Memang tak semua orang bisa langsung akrab dengan orang yang baru dikenal. Namun, amati juga apakah ia cenderung menghindar.

3. Ia mendengarkan
Hidup adalah dua kesatuan yang harmonis. Ada kalanya Anda mendengarkan atau dia yang mendengarkan. Namun jika Anda hanya berfungsi sebagai pendengar, maka komunikasi tidak akan berlangsung dua arah. Ingatlah bahwa komunikasi adalah fondasi dari hubungan Anda.

4. Punya tujuan yang sama
Anda ingin menikah dan ia ingin bersenang-senang? Sampai kapan pun Anda berdua tidak akan seiring sejalan. Satukan tujuan ke depan, akan dibawa ke mana hubungan itu? Apakah hanya sebatas bersenang-senang atau berlanjut ke arah yang lebih serius?


5. Ia bisa jadi teman dan sahabat

Ini keuntungan lain saat Anda punya pasangan yang bisa diandalkan sebagai teman dan sahabat. Fondasi ini lebih kokoh ketimbang hanya menjadikan ia sebagai pecinta.

6. Percaya
Anda percaya kepadanya. Tanpa kepercayaan, suatu hubungan tidak akan pernah langgeng sebab Anda akan saling curiga dan mengekang satu sama lain.

7. Merasa spesial
Anda masih merasakan hal yang sama seperti saat pertama berjumpa dengannya, seperti perhatiannya yang tak berkurang atau kesetiaannya yang tetap teruji. Hal ini merupakan pertanda kalau Anda adalah orang yang spesial baginya.

8. Membicarakan masa depan
Saat Anda mencari Mr Right, maka Anda juga harus memosisikan hal yang sama bahwa ia mencari Mrs Right. Artinya, ia juga memiliki sejumlah komitmen untuk menjalani kehidupan yang saling mendukung bersama Anda, pasangannya.

9. Merasa terlindungi
Melindungi bukan hanya secara fisik, melainkan juga secara finansial. Jika ia tidak bisa menghidupi dirinya sendiri bagaimana nanti ia bisa menghidupi Anda dan anak-anak? Cinta saja tidak cukup. Anda harus mampu bersikap realistis!

10. Jadilah apa adanya
Jadilah diri Anda apa adanya agar ia juga mencintai diri Anda seutuhnya, lengkap dengan segala kekurangan Anda. Jika ia tidak mencintai Anda apa adanya, maka tidak alasan Anda untuk terus bersamanya karena unsur "pada saat susah dan senang" tak Anda miliki.

untuk artikel lebih lengpa baca di KOMPAS

Klik disini untuk melanjutkan »»

9 Kalimat Ampuh untuk Menghentikan Pertengkaran

Bertengkar adalah hal biasa dalam suatu hubungan. Namun, meskipun hal ini sering terjadi, dan kita tentunya sudah sering waspada mengenai kemungkinan terjadinya perdebatan dengan pasangan, selalu saja kita melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Selalu saja kita menyalahkan, menganggap orang lain yang bersalah. Jika pun kita yang menjadi sumber masalah, kita mencari pembenaran-pembenaran atau memberikan alasan-alasan mengapa kita melakukannya.

Bila situasi yang panas ini dibiarkan berlarut-larut, hubungan Anda dan si dia tentu akan terancam karena satu sama lain tidak mau mengalah. Karena itu, lebih baik Anda selalu mengingat apa yang harus dikatakan pada pasangan bila sedang menghadapi pertengkaran. Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project, mengumpulkan 23 kalimat yang dapat membantu agar Anda dapat membahas masalah tanpa membuat "panas" si dia. Berikut adalah 9 di antaranya.


"Aku cuma mau ngeluarin uneg-uneg. Kamu enggak harus mencari jalan keluarnya." Kalimat ini merupakan cara yang baik, tanpa bersifat mengkonfrontasi, untuk menyampaikan bahwa Anda hanya ingin si dia mendengarkan pernyataan Anda, dan bukannya pendapat yang bertentangan.

"Tolong pahami pendapatku." Salah satu hal yang Anda lupakan saat terjadi argumentasi adalah empati. Semakin terjadi perbedaan pendapat, semakin sempit cara Anda berdua berpikir. Sebaiknya Anda katakan kalimat ini sebelum memulai percakapan, untuk memastikan bahwa Anda berdua melontarkan masalah dengan tetap mempedulikan perasaan masing-masing.

"Ini penting buat aku. Tolong dengarkan." Saat merasa kesal dan membahas suatu masalah, kita cenderung untuk tidak mendengarkan apa yang disampaikan pasangan. Sebaliknya, Anda akan sibuk berpikir mengenai apa yang harus dikatakan untuk membalas ucapan pasangan yang tidak berkenan. Tunggulah hingga beberapa detik sebelum menyampaikan poin-poin paling penting pada pasangan.

"Aku juga salah." Bila terjadi masalah, memang paling mudah menyalahkan pasangan sebagai pihak yang menciptakan masalah tersebut. Tentu saja, Anda akan menganggap hal ini merupakan suatu justifikasi, namun tak seorang pun senang bila disudutkan. Akui apa andil Anda dalam terjadinya suatu masalah, tak peduli betapa pun kecilnya.

"Ayolah, kita sudah keluar dari masalahnya." Anda tahu apa yang terjadi bila hal ini terucap? Anda begitu sibuk menyalahkan, dan mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu, sehingga apa yang Anda perdebatkan sudah melebar ke masalah lain. Gunakan kalimat ini untuk mengarahkan kembali percakapan ke masalah utama yang ingin diselesaikan.

"Apa sih yang kita ributkan?" Masalah kecil bisa berubah menjadi masalah besar, terutama jika hal itu sering terjadi dan berkisar pada masalah yang itu-itu saja. Daripada mempermasalahkan hal-hal kecil tersebut dan membuatnya mengambang tanpa solusi terus-menerus, lebih baik komunikasikan dengan pasangan apa yang sebenarnya mengganggu Anda berdua. Bila sudah menemukan apa sumber masalahnya, hal ini bisa diikuti dengan pernyataan:

"Ini bukan hanya masalah kamu, tetapi masalah kita berdua." Pernyataan ini bisa mengubah dinamika pertengkaran dari Anda dan dia, menjadi bagaimana Anda dan dia berusaha mengatasi masalah tersebut.

"Ya sudah, kita berpikir dulu lah." Saat sedang emosi, kita akan cenderung mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Jika Anda merasakan dorongan untuk mengatakan sesuatu untuk membalas sakit hati Anda, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah berhenti berbicara. Beri waktu bagi Anda berdua untuk berpisah, menenangkan diri dan saling berpikir. Bila mungkin, tunda satu atau dua hari untuk bertemu lagi. Dengan demikian Anda memberi kesempatan amarah untuk mereda lebih dulu.

"Aku sayang sama kamu." Tak ada sesuatu pun yang sanggup meluluhkan hati seseorang yang sedang dilanda amarah, kecuali menyampaikan perasaan Anda yang paling dalam kepadanya. Anda akan segera menyadari, bahwa dirinya sangat berarti untuk Anda, dan Anda tak ingin kehilangan dia hanya karena memuaskan rasa kesal yang tak ada habisnya.

SUMBER: KOMPAS




Klik disini untuk melanjutkan »»

Negatif Thinking yang Bikin Sulit Mencari Pasangan

Anda masih lajang, dan mulai menampakkan tanda-tanda pasrah bahwa Anda tak mungkin akan memiliki pasangan. Eits, jangan terburu-buru. Memang sulit untuk tetap bersemangat dan berpikir positif jika Anda sudah menjalani masa pacaran dengan berbagai pria yang menyebalkan, atau tukang selingkuh. Dan berbagai pengalaman buruk ini bertumpuk, membuat Anda mati rasa dengan pria atau urusan cinta. Namun Anda tak boleh berpikir bahwa mungkin hidup Anda akan berakhir dalam kondisi menjadi tua seorang diri. Mengapa demikian?

Sebab, cara berpikir kita mengenai pria, atau percintaan, memiliki peran yang kuat dalam keberhasilan suatu hubungan. Seperti yang sering kita dengar, bahwa apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Mungkin beberapa pikiran negatif di bawah ini yang menyebabkan Anda selalu gagal membina hubungan:

Capek
Capek yang dimaksud di sini, semacam kehilangan kepercayaan dalam soal cinta dan hubungan. Seringkali kalau pun mendapat pasangan, kita pesimis hubungan tersebut dapat terus berlanjut, dan membahagiakan. Bila hal ini yang terjadi, untuk mulai mencari pasangan pun rasanya malas. Sulit sekali, dan rasanya tak mungkin kita akan jatuh cinta lagi sebesar cinta kita pada sosok di masa lalu. Rasa malas untuk berkencan lagi ini membuat kita merasa lebih nyaman menjadi single. Seiring bertambahnya usia, kita juga menjadi lebih sering menghabiskan waktu dengan keluarga lagi.

Tidak beruntung
Hm... rasanya yang selalu tidak beruntung itu hanya si Tom, karena selalu dikerjain Jerry. Segala hal yang terjadi selama proses pencarian pasangan, seperti "ditikung" teman, si dia mendadak pindah ke luar negeri, beda agama atau suku, atau si dia ternyata "lakor" (laki orang, alias sudah beristri), membuat Anda merasa hidup ini begitu tidak adil terhadap Anda. Mengapa Anda selalu mendapatkan pria yang salah? Atau, mengapa semua pria yang mulai mendekat pada Anda, tiba-tiba seperti direnggut kembali sehingga Anda harus kembali dari nol? Kalau pun ada pria yang berniat serius, Anda merasa enggak sreg. Masa sih kita harus memaksakan diri untuk menjalin hubungan serius dengan seorang pria yang membosankan hanya supaya bisa punya pasangan? Akhirnya, Anda menyerah dan berhenti berusaha lagi.

Berpikiran waras, realistis
Anda memiliki pekerjaan yang mapan, punya banyak teman, aktivitas padat, tak pernah kekurangan -kecuali pasangan tetap. Namun Anda selalu berusaha realistis, bahwa hidup perlu keseimbangan, sehingga Anda merasa harus menerima saja jika suatu saat Anda merasa kesepian. Bila hidup Anda berubah, hal itu pastilah karena memang sudah waktunya. Kalau pun tidak, Anda berusaha untuk tidak khawatir, karena di dunia ini pasti masih banyak pria lajang yang juga sedang menunggu bertemu dengan jodohnya.

Percaya diri
Sepintas, sikap percaya diri merupakan sisi positif yang harus dimiliki seseorang. Namun seringkali sikap percaya diri membuat seseorang menjadi ceroboh. Anda melakukan berbagai aktivitas dengan keyakinan bahwa segalanya akan berjalan lancar, sehingga Anda tidak memikirkan konsekuensi akan terjadinya kesalahan, atau perilaku yang berisiko. Misalnya, Anda melibatkan diri dengan seorang pria beristri. Mungkin Anda beranggapan bahwa usia yang lebih muda dan fisik yang masih segar membuat pria tersebut akan memilih Anda. Dalam kenyataannya, si dia seorang pengecut yang pada akhirnya mengatakan tak mungkin meninggalkan istrinya. Gara-gara kelewat pede, Anda tidak sadar bahwa Anda sebenarnya hanya dimanfaatkan.

Rangkaian kebetulan
Anda selalu meyakini bahwa hidup ini serba kebetulan. Misalnya, tak biasanya Anda bekerja lembur di kantor. Saat sedang bekerja sendirian, datang seorang tamu (tampan, tentunya). Setelah berbasa-basi sedikit, ia pun menghilang. Esoknya, Anda bertemu lagi dengannya di acara ulang tahun teman. Anda pun dapat mengenalnya lebih dekat. Anda lalu bersyukur, kalau saja kemarin Anda pulang tepat waktu seperti biasanya, Anda tak akan mengenal pria ini. Kalau saja Anda menolak ajakan teman untuk nongkrong di kafe dulu untuk merayakan ulang tahunnya, Anda juga tak akan mengetahui siapa pria ini. Anda berbunga-bunga ketika teman Anda mengatakan, "Dia muncul waktu kamu memang lagi menginginkan pria seperti itu hadir buat kamu." Ternyata, meskipun pria itu sudah mengantongi nomor telepon Anda, ia tak juga menelepon. Hingga hari ini.

Karena itu, pikiran positif yang perlu Anda terapkan pada diri Anda sebenarnya adalah, tetap percaya bahwa suatu saat Anda akan menemukan Mr. Right. Tetap realistis, namun tetaplah berharap. Meskipun demikian, jangan hanya menunggu. Pergilah berkencan tanpa berharap terlalu tinggi, karena Anda tak akan kecewa bila segala sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Anda tak akan menemukan Mr. Right bila belum menemukan Mr. Wrong lebih dahulu kan?

sumber: kompas

Klik disini untuk melanjutkan »»

3 Hal yang Menentukan Kelanjutan Hubungan

Setelah berkencan dengan si dia beberapa kali, Anda tiba pada titik mempertanyakan diri, apakah hubungan ini bisa dilanjutkan atau tidak. Bagaimana mengetahuinya? Apakah dia orang yang Anda cari selama ini untuk hidup bersama hingga dipisahkan maut? Keraguan ada, tetapi Anda pun tahu, pria seperti dia tak akan mudah dicari. Seandainya ada jaminan bahwa hubungan Anda akan berhasil?

Coba tilik lagi hubungan Anda dan si dia jika Anda tak ingin membuang waktu pacaran dalam waktu lama. Patti Stanger, pengarang buku Become Your Own Matchmaker: 8 Easy Steps for Attracting Your Perfect Mate mengatakan bahwa ada 3K yang menjadi kunci sebuah hubungan berhasil. Apa sajakah?

1. Kimiawi (Chemistry). Apakah memikirkan si dia akan menjemput Anda sudah membuat deg-degan? Ketika Anda sedang sendiri di kamar, sering kali terngiang tangannya yang lembut membelai pipi? Jika jawaban Anda ya, mungkin Anda sudah merasa nyaman dan ingin melanjutkan dengannya. Jika Anda tak merasa seperti ini dengannya, jangan terlalu cepat berpikir bahwa si dia bukan orang yang tepat. Sebab, seperti biasa, wanita sering kali perlu “pemanasan” dan mencari kepastian dengan menimbang. Sementara pria, mereka cenderung cepat berpikir. Selama Anda berpikir bahwa si dia cukup tampan, baik, menyenangkan, serta memenuhi syarat pribadi Anda dan keluarga, dia adalah kandidat yang bagus.

2. Kompatibilitas. Dalam artian, bagaimana Anda dan dia bisa “berjalan bersama”? Apakah Anda selalu merasa tertekan untuk bisa membuktikan sesuatu kepadanya? Atau apakah si dia membuat Anda merasa sempurna apa adanya? Apakah kalian saling mengerti satu sama lain? Apakah Anda dan dia menyukai/membenci hal yang sama? Kompatibilitas pada dasarnya adalah sama-sama saling menyukai hal-hal mendasar yang perlu dilakukan bersama-sama. Contohnya, Anda ingin memiliki anak, sementara dia sama sekali tidak mau punya anak, ini artinya Anda dan dia tidak kompatibel. Atau mungkinkah ada jalan tengah jika ada masalah?

3. Komunikasi. Renungkanlah, apa Anda bisa bercerita dan bicara kepadanya tentang semua hal? Atau Anda harus berhati-hati untuk bisa mengutarakan isi pikiran Anda? Bagaimana cara Anda dan dia bertengkar? Bagaimana cara Anda menyelesaikan ketidaksamaan visi? Bukan masalah dalam memiliki opini yang berbeda, tetapi amat penting untuk bisa menemukan jalan keluar dari perbedaan yang ada. Pentingnya komunikasi untuk saling mengerti apa yang diperlukan dan dimaui pasangannya. Sebab, jika Anda merasa senang dan dihargai, Anda pun akan memberinya rasa hormat. Begitu juga sebaliknya.

Perbedaan dalam sebuah hubungan adalah baik dan sehat karena ini berarti Anda bisa belajar dari masing-masing. Betapa membosankannya jika pasangan Anda benar-benar seperti diri Anda? Perbedaan kita lah yang membuat segala sesuatunya menarik, bahkan itu adalah hal yang membuat kita saling jatuh cinta. Tiga hal tadi adalah hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk memutuskan apakah si dia adalah orang yang tepat atau tidak. Semoga berhasil!

sumber: kompas

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tanda-Tanda Bahwa Dia Adalah Jodoh Anda

Ni artikel gw Copy dari blog temenq, (STTT tenang...aq dah ijin.....Kok.), waktu gw baca asyik juga..... isinya. sip.... bwat PARAMETER PASANGAN HIDUP mu.... he hehe.... kira-kira "JODOH" pa "JUST FOR FUN" yups kita simak bareng.....bareng.....

Berikut ini pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soul Mate, Arian Sarris
memberikan rahasianya:

Pertanda 1 :

Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar.
Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama.
Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain.
Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2 :

Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda.
Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat?
Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.

Pertanda 3 :

Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu.
Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu.
Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…

Pertanda 4 :

Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan.
Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan..
Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.

Pertanda 5 :

Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun.
Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka.
Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama.
Sekarang,ingat-ingat kembali.
Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah?
Dia tau keadaan waktu anda sakit………
Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…

Pertanda 6 :

Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu.
Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya..
Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..

Pertanda 7 :

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia.
Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8 :

Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda.
Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya,
maka berbahagialah!
Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!

Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya?

Sumber:http://arient.co.cc/

Klik disini untuk melanjutkan »»

"4 Tanda Anda Sudah Jadian"

Anda dan dia sudah lama berteman. Awalnya karena Anda merasa cocok satu sama lain, sering saling curhat mengenai pacar masing-masing. Ketika Anda putus dari kekasih, dan demikian pula dengan dia, hubungan pertemanan terus berlanjut. Anda sering nonton bareng, ngopi bareng, ke mal bareng, bahkan bersama teman-teman yang lain. Namun jauh di dalam hati Anda tetap merasa punya kedekatan khusus dengan dia.

Tiba-tiba, pertemanan yang begitu nyaman dan easy going ini mulai berubah, berkemban menjadi hubungan romantis. Anda tidak menyadarinya, karena si dia tak pernah memberikan pernyataan cinta, atau secara resmi mengumumkan Anda berdua telah jadian. Anda lebih banyak menghabiskan waktu berdua, bahkan di saat weekend.


Nah, bila Anda masih bertanya-tanya bagaimana sebenarnya status hubungan Anda bersamanya, keempat hal ini bisa menjadi tanda bahwa Anda sebenarnya sudah menjadi pasangan kekasih.

1. Teman-teman Anda mulai melemparkan komentar-komentar yang "menjurus". Tiba-tiba setiap kali Anda pergi beramai-ramai (termasuk teman pria Anda), ada saja yang berkomentar betapa serasi Anda bersamanya, betapa cocoknya Anda sebagai pasangan, atau betapa Anda saling melengkapi bila bersamanya. Seringkali teman-teman Anda bahkan mampu melihat betapa Anda menatapnya sambil berbinar-binar.

2. Tanpa sadar Anda dan dia saling menelepon secara rutin, terutama sebelum tidur. Anda tidak merasa aneh ngobrol bersamanya setiap hari, bahkan berlama-lama meskipun tidak ada keperluan khusus. Dan Anda diam-diam menyukainya. Pertanyaan standar yang tidak membuat Anda keberatan menjawabnya adalah, "Sudah makan?" "Lagi ngapain?" "Nanti pulang jam berapa?" dan lain sebagainya. Anda bahkan mulai terus mengharapkan telepon dari teman pria ini, dan ia pun begitu.

3. Tanpa direncanakan, Anda dan si dia sudah memiliki panggilan "khusus" untuk masing-masing. Misalnya, dulu Anda biasa ngobrol dengannya seperti, "Enggak bisa, man...!" bak sedang ngobrol dengan sesama pria. Mendadak Anda memanggil namanya dengan cara yang lebih pribadi, seperti "Embot", karena dia gembrot. Atau dia mengatakan sesuatu pada Anda dengan, "Gini lho, babe...." Pada beberapa pasangan lain, mereka tak lagi membahasakan diri dengan "lu-gue", tetapi "kamu-aku". Anehnya, Anda tak merasa aneh, malah merasa makin dekat dengannya.

4. Mulai memberikan sentuhan-sentuhan yang lebih mesra. Entah saat nonton pertandingan bola bersama teman-teman di kafe, atau jalan-jalan di mal, si dia mulai sering merangkul atau menggandeng tangan Anda, mengelus punggung, atau Anda duduk di pangkuannya atau memeluknya dari belakang. Tidak ada lagi "high-five" saat baru bertemu seperti dulu. O ya, bila dulu si dia hanya mengusap-usap kepala Anda tanda sayang, sekarang ia juga mulai mencium kening Anda.

Keempat tanda ini memang sudah sangat umum terjadi. Banyak pula pasangan yang "jadian" tanpa memperlihatkan tanda-tanda di atas, namun berhasil membawa hubungan mereka hingga ke perkawinan. Bahkan, satu sama lain masih saling menyebut diri dengan "lu-gue", atau jarang memperlihatkan tanda sayang berupa sentuhan fisik. Yang seperti ini sih, biasanya karena salah satu pihak memang bukan tergolong orang yang romantis.

Bila Anda masih belum yakin, cara termudah untuk memperjelas hubungan Anda adalah dengan bertanya padanya, "Sebenarnya kita ini pacaran enggak, sih?"

Sumber: KOMPAS

Klik disini untuk melanjutkan »»

"Buat Si Dia Merindukan Anda"

Salah satu cara menikmati kebersamaan Anda dan pasangan adalah saat mereka sedang tidak bersama Anda. Memang, saat sedang bersama, segala hal menjadi berkesan dan berarti bagi Anda. Namun berpisah -tentunya karena Anda sedang tugas keluar kota, atau si dia melanjutkan sekolah di luar negeri- juga penting, karena membuat Anda menyadari bahwa Anda sangat bahagia bersamanya, dan merasa sangat kehilangan.

Hal yang membuat Anda khawatir, perpisahan membuatnya akan melupakan Anda, atau yang lebih parah, berselingkuh dengan orang-orang baru yang ditemuinya. Namun ketika Anda begitu merindukan seseorang sehingga pikiran Anda dipenuhi dengan bayangan akan kekasih, dorongan untuk berselingkuh akan pudar begitu saja.

Maka, itulah yang perlu Anda lakukan ketika si dia akan bersekolah, bertugas, training, atau pindah sementara ke kota atau negara lain. Buat si dia merindukan Anda selama Anda jauh darinya. Ada sejumlah cara atau taktik yang dapat menciptakan perasaan bahwa merindukan seseorang juga akan menyenangkan. Hal ini juga bisa Anda lakukan meskipun Anda dan dia masih tinggal sekota. Tujuannya: agar kehadiran Anda selalu ia rasakan.

Kenakan parfum yang sama terus-menerus.
Pakai parfum lembut favorit Anda, dan biarkan ia mengenali harumnya. Selain parfum, Anda juga bisa mengenakan shampo yang sama sehingga ia akan terus mengingatnya. Tahu kan, pria memang senang menghirup wangi shampo pada rambut wanita. Wangi parfum atau shampo yang tertinggal di bantal saat Anda sedang tidak bersamanya, akan membuatnya langsung merindukan Anda.

Tinggalkan beberapa barang milik Anda padanya.
Meninggalkan barang adalah taktik kuno untuk memenuhi pikiran pasangan tentang diri Anda. Misalnya, tinggalkan CD band favorit Anda berdua di mobilnya. Benda apa pun sebenarnya dapat Anda tinggalkan, asal jangan barang-barang yang penting bagi Anda seperti kunci lemari kantor atau sebelah anting Anda (terlalu sinetron!).

Tunjukkan obsesi Anda pada sesuatu.
Saat pria menemukan sesuatu yang kerap dibawa atau digunakan oleh teman wanita atau pasangannya, ia akan membayangkan momen ketika pasangannya sedang menggunakan benda tersebut. Hal ini bisa sangat beragam: entah jepit rambut, sepatu dengan leopard print, scarf, pisau lipat serbaguna, hingga jenis kopi kesukaan Anda. Maka setiap kali ia melewati supermarket atau mal yang memajang benda-benda tersebut, ia akan langsung mengingat Anda.

Beri informasi ringan yang baru baginya.
Pria seringkali tidak memperhatikan hal-hal atau informasi-informasi ringan yang ada di sekitar kita. Misalnya, Anda tidak menyukai anjing jenis long hair karena bulunya akan cepat kotor dan berbau, serta harus sering dimandikan. Atau, Anda memberitahukannya bahwa ada pisau cukur khusus wanita. Jadi setiap kali si dia melihat anjing berbulu lebat atau pisau cukur, ia akan teringat pada Anda. Jika Anda pecinta anjing, Anda tentu tak keberatan mengenai hal ini bukan?

Ciptakan suasana tertentu yang berkesan.
Misalnya, katakan bahwa perfect date bagi Anda bersamanya adalah saat menghabiskan waktu seharian di mal favorit Anda, diawali dengan makan siang, putar-putar sambil membaca-baca majalah dan buku di toko buku, ngopi, lalu mengakhirinya dengan nonton film. Maka setiap kali ia mengunjungi mal tersebut, meskipun bersama teman-temannya, suasana yang Anda ciptakan akan terus terbayang dalam benaknya. Ia akan berpikir, andai saja saat itu ia sedang bersama Anda.

Sumber: KOMPAS

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Tukeran Link YUk...!!!!!



Ayo Tukar banner…!
atau link dibawah ini
Coretan'Qu

Silahkan copy kode di atas…!

Subscribe to CORETAN QU by Email

TRAFFIC

powered by PRBbutton
free counters




Free Automatic Backlink
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory

follow me here.... I will Follow U 2

Coretan'Qu is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com